puisi asmara,menunggu bidadari

menunggu bidadari


puisi asmara,menunggu bidadari

O, Bidadari cantik,
perihal peran dan adegan ini,
membuat aku pusing
sembilan keliling,
melebihi orang sinting.

Skenario dalam drama kita,
menulis bahwa seharusnya kau
yang turun ke bumi,
menemui aku,
lelaki kampung yang baik hati.

Namun yang terjadi,
kaulah yang menungguku
di balik pelangi.
Sedangkan aku tak pernah bersayap.
Burung elang atau rajawali pun
tak sebesar yang ada
di legenda Raden Kian Santang
atau Dendam Nyi Pelet,
sehingga mereka tak bisa kutunggangi.
Haruskah aku menaiki Naga?
Namun aku harus mengumpulkan sembilan DragonBall bersama SunGoKu.
Maukah kau menunggunya?

O, Bidadari cantik,
lihatlah aku yang kian ditumbuhi uban.
Turunlah.
Temui aku.
Jangan jadi wanita yang manja,
atau yang sok berharga diri tinggi,
hingga kau hanya mau dihampiri.

Previous
Next Post »